Cari blog ini

Loading...

Sunday, 6 January 2013

Beternak itik Petelur


Pakan Itik / Bebek Petelur Ungul Mojosari

MASA / PERIODE
UMUR (MINGGU)
KEBUTUHAN NUTRISI (%) (Kal) PAKAN KOMPLIT / JADI BUTIRAN PAKAN CAMPURAN (%)
PROTEIN KALORI KONS* JAGUNG KATUL

PRE STATER
(0 ~ 2 Mg)
23 2.850 BR 1 (23%) - - -
STARTER
(3 ~ 8 Mg)
21 2.750 ~ 2.800 BR 2 (19 ~ 21%) - - -
GROWER
(9 ~ 12 Mg)
15.5 ~ 16 2.650
25 20 55
DEVELOPER
(13 ~ 16 Mg)
14.5 ~ 15.0 2.550
20 15 65

LAYER I
(17 ~ 50 Mg)
18.5 ~ 19,0 2.750
35 20 45
MASA RONTOK BULU :
Secara umum terjadi selama 4 (empat) minggu. Agar masa rontok bulu sesuai dengan tujuan produksi masa LAYER II, maka sistem rontok bulu SENGAJA DIPAKSAKAN. Dengan teknis pengaturan jumlah & jenis pakan sbb :
*). 4 (empat) hari I diberi pakan 50% jatah.
**). 4 (empat) hari II diberi pakan 25 % jatah
***). 4 (empat) hari III diberi bekatul hanya 30 grm / ek / hr.
****). Selama 7 (tujuh) hari SAMA SEKALI TIDAK DIBERI MAKAN & hanya diberi minum Vitamin.
*****). Selama 7 (tujuh) hari diberi pakan 50% jatah pakan normal.
******). Selanjutnya diberi pakan jatah normal seperti biasanya, dan bebek sdh mulai bertelur kembali.
LAYER II
(55 ~ 70 Mg)
18.5 2.700
35 10 55

*). Konsentrat Bebek dengan kandungan protein 37%
Cttn : Mulai ayam umur 40 minggu campuran pakan ditambah mineral 1~2%

TAMBAHAN

Eceng Gondok sebagai Bahan Pakan Itik Petelur

Ternak itik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena mampu memproduksi telur yang tinggi, tidak mengerami telurnya, harganya relatif stabil dan pemasaran telur relatif murah. Salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha ternak itik adalah faktor makanan sebagai kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi bagi kelangsungan hidup dan proses biologis di dalam tubuh ternak.

Eceng gondok merupakan gulma air yang sering merusak lingkungan dan tidak dimanfaatkan dapat dipergunakan sebagai salah satu bahan makanan yang bisa menekan harga ransum. Pemberian eceng gondok pada makanan itik itu, tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap produksi telur baik dari segi berat maupun jumlah butirnya. Penggunaan eceng gondok itu berpengaruh terhadap warna kuning telur dan tebalkulit telur.

Salah satu alternatif pemanfaatan eceng gondok adalah dimanfaatkan sebagai bahan pakan karena kadar protein kasarnya tinggi (11,2%). Kendalanya adalahi kecernaan nutriennya rendah, sehingga perlu pengolahan, salah satunya dengan fermentasi dengan Aspergilus niger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam amino dan kecernaan nutrien eceng gondok yang difermentasi dengan Aspergilus niger pada itik Tegal jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada asam amino aspartat, dimana asam aspartat daun eceng gondok tanpa fermentasi sebesar 2,03% dan 1,4% pada hasil fermentasi. Kecernaan bahan organik berbeda nyata antara yang difermentasi (37,31%) dan tidak difermentasi (30,15%). Sedangkan kecernaan serat kasar tidak berbeda nyata antaradaun eceng gondok yang difermentasi ( 36,48%) dan yang tidak difermentasi (33,24%). Kesimpulan yang diambil adalah fermentasi daun eceng gondok dengan Aspergillus niger tidak meningkatkan kandungan asam amino dan kecernaan serat kasar, tetapi mampu meningkatkan kecernaan bahan organik pada ternak itik.

Sementara itu, hasil penelitian di BPTP Minahasa Sulsel, menunjukan bahwa selama ini kualitas telur untuk perlakuan kontrol (pakan basal) berat telurnya rata-rata 57,7 gram/butir dan untuk perlakuan yang diberi makanan eceng gondok mencapai 59,19 gram/butir.Kontrol adalah 7,29 dan pada perlakuan yang diberi daun eceng gondok adalah 9,10. Kemudian persentase berat kuning telur pada perlakuan kontrol 35,16 persen dan 35,99 persen pada pemberian daun eceng gondok. Rata-rata persentase berat putih telur pada perlakuan kontrol adalah 46,76 persen dan perlakuan dengan pemberian daun eceng gondok adalah 48,69 persen.

Pada perlakuan kontrol (pakan basal), itik diberikan ransum basal dengan kandungan protein kasar 16,06 persen dan energi metabolisme 2544,22- kilo kalori/kg ransum. Melalui pemberian daun eceng gondok pada makanan itik diperoleh konsumsi ransum berdasarkan bahan kering sebanyak 111,79 gram/ekor/hari.Eceng gondok dapat diberikan sampai 10 persen dalam ransum.

Cara pemberiannya ransum basal ditambah daun eceng gondok dalam keadaan segar. Guna menjaga kesegaran dari daun eceng gondok, sebaiknya pengambilan dari lokasi dilakukan setiap pagi. Sebelum diberikan, daun terlebih dahulu dicincang hingga kecil.
(Dari berbagai sumber)
 

No comments: